Beranda Berita FGD Nakah Akademik Pendidikan Tinggi Film di Indonesia

FGD Nakah Akademik Pendidikan Tinggi Film di Indonesia

Perkumpulan Program Studi Film dan Televisi Indonesia (PROSFISI) bekerjasama dengan Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (FFTV_IKJ) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) “Naskah Akademik Pendidikan Tinggi Film di Indonesia” pada tanggal 11 dan 12 Oktober 2017 bertempat di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini merupakan tahapan akhir dari rangkaian kegiatan penyusunan Naskah Akademik Pendidikan Tinggi Film di Indonesia yang diikuti oleh 12 (dua belas) perguruan tinggi anggota PROSFISI yang memiliki Program Studi Film dan Televisi (dan sejenis) yaitu; Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Jember, Universitas 45 Surabaya, Universitas Potensi Utama Medan, dan Polimedia Jakarta.

PROSFISI memandang Pendidikan Tinggi Perfilman di Indonesia masih mengalami ketertinggalan dalam hal keragaman bidang Ilmu Film, serta ketertinggalan dalam isi kurikulum yang diajarkan pada pendidikan film di berbagai Perguruan Tinggi. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, maka beberapa cara dapat ditempuh, seperti merubah paradigma tentang Program Studi Film yang banyak berkutat dengan proses penciptaan dan teknis, sebaiknya tidak melulu hanya dilihat dalam kaca mata keterampilan atau vokasi semata, melainkan juga membuka kemungkinan lain terkait dengan riset dan metodologi ilmiah terhadap berbagai teori penciptaan yang umumnya dikenal di Program Studi Kajian Film.

Selain perwakilan perguruan tinggi anggota PROSFISI, FGD ini juga dihadiri organisasi dan institusi pelaku industri dan televisi, serta institusi pemangku kebijakan di bidang film dan televisi seperti Badan Perfilman Indonesia (BPI), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang dihadiri oleh Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Direktorat Pendidikan Tinggi, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang diwakili oleh Bapak Dr. Maman wijaya, M.Pd.

FGD Naskah Akademik Pendidikan Tinggi Film di Indonesia ini merupakan upaya untuk meyakinkan tim perumus FGD yang dibentuk PROSFISI sebelum produk Naskah Akademik Pendidikan Tinggi Film di Indonesia disampaikan kepada pemangku kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia, para pemangku kebijakan perfilman, dan stakeholder perfilman di Indonesia.

Naskah Akademik ini menjelaskan tentang dasar perlunya pengembangan keragaman pendidikan film di tingkat pendidikan tinggi dan sebagai acuan dalam penyusunan peraturan perundang-undangan yang menjadi yuridis bagi penyelenggaraan berbagai program studi baru dan pembukaan jurusan film sebagai disiplin ilmu yang mandiri.