A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: _lang

Filename: models/Model_content.php

Line Number: 11

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/fftvikj/public_html/core/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: core/Input.php

Line Number: 408

Fakultas Film dan Televisi- INSTITUT KESENIAN JAKARTA
 

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: _lang

Filename: models/Model_content.php

Line Number: 11

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: _lang

Filename: models/Model_content.php

Line Number: 102

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: _lang

Filename: models/Model_content.php

Line Number: 103

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: _lang

Filename: views/view_content.php

Line Number: 8

PROFIL KAMPUS



 

Tahun Berdiri

1971

Lokasi
Kompleks Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya 73
Jakarta Pusat
Indonesia 10330

Luas Area Kampus
1.031.278 m2

Dekan
R.B. Armantono, M.Sn.


PROLOG : BELAJAR FILM DI SEKOLAH

 

Cikal bakal kelahiran film di dunia telah dirintis oleh orang-orang di daratan Eropa dan Amerika tahun 1890-an–yang secara dominan didasari atas kebutuhan eksperimentasi teknologi.

Sementara di Indonesia, tokoh film Indonesia Usmar Ismail melalui filmnya Darah dan Doa (1950) menjadi penanda dimulainya proses pembentukan identitas nasional. Dari sinilah kemudian mulai banyak bermunculan para pembuat film Indonesia –yang motifnya membuat film atas dasar terus memperjuangkan nasionalisme maupun kebutuhan ekspresi.

Maka untuk tetap mempertahankannya, sekaligus memfasilitasi semangat membuat film dari para calon pembuat film di Indonesia, didirikanlah sekolah film formal bernama Akademi Sinematografi-LPKJ Jakarta sekitar awal tahun 1970, hasil “urun rembug” orang-orang yang memang telah malang-melintang di jagad perfilman Indonesia sejak era sejarah film Indonesia dimulai, seperti D. Djajakusuma, Chalid Arifin, Syumandjaja, Misbach Yusa Biran, D.A Peransi, M.D Alif, Soetomo Gandasoebrata, Soemardjono dan sebagainya. Dari pemikiran-pemikiran merekalah kemudian ribuan mahasiswa diwarisi keahlian dengan spesialisasi yang sangat jelas; Sutradara, Penulis Skenario, Penata Artistik, Penata Kamera, Produser, Penata Suara, Editor, Fotografer, Animator, Kritikus Film dan sebagainya.

Pada awal mula dibentuknya tahun 1971, Akademi ini hanya mempunyai satu program studi yakni Program Studi Sinematografi atau Program Studi Film. Setelah itu menjadi Fakultas yang berdiri sendiri di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dan bernama Fakultas Film dan Televisi (FFTV).

FFTV-IKJ menerapkan konsep ilmu-masyarakat dalam mengelola proses keilmuannya. Proses pengajarannya yang ditawarkan tidak melulu berlandaskan kebutuhan akan ilmu pengetahuan film semata, tapi juga mengakomodasi kebutuhan masyarakat – industri – kreatifitas.

Saat ini FFTV memiliki 2 (dua) Program Studi yakni Program Studi Film dan Televisi (S.1) dan Program Studi ProduksiFilm dan Televisi (D-III).

Perjalanan FFTV-IKJ yang dalam waktu dekat akan mencapai usia emas 50 tahun, patut menyimak apa yang pernah diucapkan oleh Usmar Ismail tentang kelahiran film Indonesia yang dianggapnya berada dalam rimba raya yang gelap gulita (een duisternis). Maka FFTV-IKJ berperan menjadi salah satu alat penyinarnya agar perjalanan film Indonesia menjadi “taktersesat”.