View this post on Instagram
View this post on Instagram
FTV-IKJ dan SMK 51 Jakarta melakukan perpanjangan Perjanjian Kerja Sama antara SMKN 51 Jakarta dan FFTV-IKJ. Penandatangan ini diwakilkan oleh Dekan FFTV Hanief Jerry M.Sn dan kepala SMKN 51 Jakarta Desly Wahyuni, M.Pd.
Wawan I. Wibowo
Editor
Alumni FFTV-IKJ Film
FFTV IKJ adalah langkah awal saya untuk mencintai karier di dunia profesional. Jangan pernah menyerah untuk belajar dari kesalahan, berani dan bertanggung jawab untuk karya ke depan.
Pameran Foto Kelas Fotografi Dasar dibuka oleh Rektor IKJ, dan didampingi oleh Kaprodi FFTV, Dekan FFTV, Dekan FSP, dan Dekan FSR serta para dosen fotografi. (18/1).
View this post on Instagram
Wregas Bhanuteja, S.Sn.
Sutradara
Alumni FFTV-IKJ
Saya menemukan passion saya di bidang film saat saya SMA. Setelah itu, hanya ada satu tujuan untuk kuliah, yaitu FFTV Institut Kesenian Jakarta. Empat tahun saya berkuliah di IKJ, saya mendapat banyak pelajaran yang menumbuhkan ilmu saya di sinema. Mulai dari dasar-dasar film, sejarah, penyutradaraan, proses pencarian ide, filsafat seni, estetika, sampai ke lintas disiplin seni yang lain. Semua dinamika bersama dosen dan teman-teman mahasiswa, telah membentuk saya untuk menemukan identitas saya. Salam sinema.
Tak Ada Yang Gila Di Kota Ini
Prenjak (In The Year of Monkey)
Lembusura
Jakarta, 19 Oktober 2023. Suatu momen bersejarah terjadi ketika HATO Films dan Fakultas Film dan Televisi (FFTV) Institut Kesenian Jakarta (IKJ) resmi menandatangani kerjasama strategis. Penandatanganan ini dihadiri oleh Direktur HATO Films, Fajar Bustomi, dan Dekan FFTV IKJ, Hanief Jerry M.Sn. Kerjasama ini mencerminkan komitmen kedua belah pihak untuk memajukan dunia industri film Indonesia melalui pendidikan tinggi film dan televisi.
Kerjasama ini menjadi tonggak sejarah karena menggabungkan kekuatan antara HATO Films, salah satu produsen film terkemuka di Indonesia, dengan FFTV IKJ, lembaga pendidikan tinggi film dan televisi yang telah menghasilkan banyak talenta terbaik di industri. Sinergi ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang signifikan pada perkembangan industri film Indonesia.
Salah satu poin penting dalam kerjasama ini adalah fokus pada pendidikan dan praktek. HATO Films akan memberikan dukungan kepada FFTV IKJ dalam penyediaan fasilitas, peralatan, dan mentorship untuk mahasiswa. Dengan adanya akses langsung ke dunia industri, mahasiswa FFTV IKJ akan dapat mengalami proses kreatif dan produksi film secara langsung, memperkaya pengalaman belajar mereka.
Kerjasama ini juga melibatkan pembentukan program-program kolaboratif antara HATO Films dan FFTV IKJ. Ini mencakup workshop bersama, seminar industri, serta proyek-proyek film bersama yang akan melibatkan mahasiswa dan profesional film. Hal ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan industri.
Sebagai bagian dari kerjasama, HATO Films akan memberikan dukungan kreatif dan produksi untuk proyek-proyek film yang dihasilkan oleh mahasiswa FFTV IKJ. Ini mencakup akses ke sumber daya, mentorship dari para profesional film berpengalaman, dan peluang untuk pengembangan proyek-proyek yang menjanjikan.
Dalam acara penandatanganan, Direktur HATO Films, Fajar Bustomi, menyatakan, “Kerjasama ini adalah investasi jangka panjang kami dalam mendukung dan menginspirasi generasi muda pembuat film Indonesia. Kami percaya bahwa sinergi antara industri dan pendidikan tinggi akan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan bakat-bakat baru.”
Dekan FFTV IKJ, Hanief Jerry M.Sn, menambahkan, “Kami sangat berterima kasih atas dukungan HATO Films dalam mengembangkan ekosistem pendidikan tinggi film dan televisi di IKJ. Kerjasama ini bukan hanya tentang mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga membentuk individu yang siap berkontribusi aktif dalam industri.”
Kerjasama antara HATO Films dan FFTV IKJ tidak hanya menjadi keuntungan bagi kedua belah pihak, tetapi juga menjadi langkah positif dalam membangun masa depan industri film Indonesia. Dengan menggabungkan keahlian dan sumber daya dari sektor industri dan pendidikan tinggi, diharapkan akan lahir generasi pembuat film yang berdaya saing tinggi dan mampu membawa sinema Indonesia ke panggung internasional.
View this post on Instagram
Siti Asifa Nasution, S.Sn.
Penata Suara Film
Alumni FFTV-IKJ
Suara film tidak terlihat, tetapi kehadirannya adalah sebuah keniscayaan pada bentuk kesenian bernama film. FFTV-IKJ adalah institusi pendidikan yang menghadirkan peminatan (mayor) Tata Suara sebagai keahlian dalam ruang lingkup suara film.
Wo Ai Ni Indonesia
Berkisar Merah
Yandy Laurens
Sutradara dan Penulis Skenario
Alumni FFTV-IKJ
Belajar film bisa dari mana saja, betul demikian. Namun bagi saya, belajar di kelas yang terancang kurikulumnya dan pertemanan yang terbangun karena sama-sama belajar film, sama-sama mencari bentuk dan jati diri dalam sinema, adalah hal yang tidak tergantikan. Saya lulus dari FFTV IKJ dan hal-hal tersebut menjadi modal saya bekerja hingga hari ini.
Reynaldi Christianto
Editor Film
Alumni FFTV-IKJ
Seorang pembuat film yang hebat dipengaruhi banyak faktor, dari pengalaman, kepekaan, dan salah satunya lingkungan. FFTV-IKJ menjadi salah satu lingkungan yang kondusif untuk berkarya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pembuat film hebat yang lahir dari lingkungan ini.
Titien Wattimena
Penulis Skenario
Alumni FFTV-IKJ
Menjadi filmmaker tidak bisa hanya sekedar belajar melalui workshop satu-dua hari. Kita harus menempuh pendidikan formal bidang film seperti yang diberikan oleh FFTV-IKJ. Menguasai teori dan praktik pembuatan film menjadikan kreativitas kita memiliki dasar pemikiran yang kuat, sehingga segala sesuatu yang kita ciptakan, memiliki alasan dan tujuan yang jelas.
Sebatas Aku Mampu